Analisis Zat Besi (Fe), dan Organoleptik Cookies Substitusi Tepung Hati Ayam dan Tepung Kacang Hijau (Vigna Radiata L.)

Penulis

  • Dhea Wahyuning Tyas Program Studi Sarjana Gizi Fakultas Kesehatan, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
  • Dwi Kurnia Purnama Sari Program Studi Kebidanan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama
  • Dian Ayu Ainun Nafies Program Studi Sarjana Gizi Fakultas Kesehatan, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Kata Kunci:

cookies, hati ayam, kacang hijau, anemia, organoleptik

Abstrak

Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang banyak terjadi di seluruh dunia, tidak hanya terjadi di negara berkembang saja tetapi juga terjadi di negara-negara maju lainnya. Anemia yaitu suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin berada dibawah batas normal apabila kadar hemoglobin <14 g/dL pada pria dan <12g/dL pada wanita. Untuk memberikan tambahan zat besi (Fe) pada remaja diharapkan dengan dilakukannya pembuatan cookies substitusi tepung hati ayam dan tepung kacang hijau (Vigna Radiata L.) dapat digunakan sebagai alternatif makanan selingan bagi remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung hati ayam dan tepung kacang hijau (Vigna Radiata L.) terhadap kadar zat besi (Fe) dan uji daya terima pada cookies. Penelitian ini menggunakan True Experimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 4 taraf perlakuan dan 6 kali replikasi. Perlakuan yang diterapkan adalah dengan perbandingan tepung terigu : tepung hati ayam : tepung kacang hijau pada masing-masing P0 (100:0:0), P1(45:25:30), P2 (30:40:30), P3 (25:30:45). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap peningkatan kadar zat besi (Fe), dengan kadar zat besi (Fe) tertinggi pada perlakuan P3. Ada pengaruh signifikan terhadap warna, rasa, aroma dan tekstur (Kruskall-Wallis (p<0,005). Pengaruh terbaik terdapat pada cookies perlakuan P1. Kesimpulan penelitian ini adalah cookies substitusi tepung hati ayam dan tepung kacang hijau memiliki pengaruh terhadap kadar zat besi (Fe) dan mutu organoleptik.

Referensi

Briawan, D. Anemia masalah gizi pada remaja putri. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC ; 2013.

Ma’arif, M. Z., Ristanti, I. K., dan Nafies, D. A. A. Kegiatan edukatif tim aksi bergizi pada remaja di kabupaten tuban. Abdimasnu. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. 2021;1(3)10;55-59. doi: 0.31849/dinamisia.v6i5.10857.

World Health Organization (WHO). 2021. Adolescent Health ; Available from : https://www.who.int/health-topics/adolescent-health#tab=tab_1

Angelina, C., Siregar, D. N., Siregar, P. S., et al. Pengetahuan siswi kelas xi tentang dampak anemia terhadap kesehatan reproduksi. Jurnal Keperawatan Priority. 2020; 3(1). doi: https://doi.org/10.34012/jukep.v3i1.856.

World Health Organization (WHO). Haemoglobin consentration for the diagnosis of anaemia and assessment of severity. 2013. https://www.who.int/vmnis/indicators/haemoglobin.pdf

Kementrian Kesehatan RI. Riset kesehatan dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2018.

Rahayu, D. T., dan utami, R. P. Suplementasi tablet fe dan vitamin c pada remaja putri dengan anemia. Conference On Research and Community Service. 2020.

Skalnaya, M. G., Skalny, A. V., dan Tinkov, A. A. Trace elements in adolescent anemia: a systematic review. Journal of Trace Elements in Medicine and Biology, 2019;56, 39-49.

Adriani, M., dan Wirjatmadi, B. 2016. Peranan gizi dalam siklus kehidupan. Jakarta: Prenadamedia Group. 2016.

Kementrian Kesehatan RI. 2021. Profil kesehatan indonesia 2020. Jakarta: Kemenkes RI.

Jaelani, M., Simanjutak, B. Y. dan Yuliantini, E. 2017. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. 360 Jurnal Kesehatan. 2017;7(3);358-368. doi : https://doi.org/10.26630/jk.v8i3.625.

Fhany El Shara, et al. Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di sman 2 sawahlunto. Jurnal Kesehatan Andalas Universitas Andalas. P 202-207. 2017;6(1). p-ISSN : 2301-7406 e-ISSN : 2615-1138. doi : 10.25077/jka.v6i1.671.

Ganz, T. Iron and infection. International journal of hematology, 2019;110(1), 3-7. doi : 10.1007/s12185-017-2366-2

Widianti, N. Hubungan antara body image dan perilaku makan dengan status gizi remaja putri di sma theresiana semarang. 2012. doi : https://doi.org/10.14710/jnc.v1i1.379.

Zimmermann, M. B., dan Hurrell, R. F. Nutritional iron deficiency. The Lancet, 2017;390(10097), 2330-2337. doi: 10.1016/S0140-6736(07)61235-5.

Lestari, H., Afrianti, D., dan Hardiani, S. Hubungan pola makan dengan kejadian anemia remaja di smp negeri 9 kota bima. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 2022;5(1). doi : 10.54100/bemj.v5i1.58

Susanti, Y., Briawan, D., dan Martianto, D. Suplementasi besi mingguan meningkatkan hemoglobin sama efektif dengan kombinasi mingguan dan harian pada remaja putri. Jurnal Gizi Pangan, 2016;(1), pp. 27-34. doi : https://doi.org/10.25182/jgp.2016.11.1.%25p.

Yanti, M. R., dan Anwar, S. Peran lintas sektor dalam pengawasan pemberian tablet tambah darah fe bagi remaja putri di kecamatan simpang jaya kabupaten nagan raya. Jurnal Biology Education. 2022;10(1). doi : https://doi.org/10.32672/jbe.v10i1.4233.

Ramdany, R., Kamaruddin, M., Pongoh, A., et al. 2021. Daya Terima Dan Kandungan Gizi Cookies Tepung Sagu Kombinasi Tepung Kacang Merah Dengan Penambahan Sari Buah Merah. Jurnal Health Sains. 2021;2(2).

Syahwal, S. dan Dewi, Z. Pemberian snack bar meningkatkan kadar hemoglobin (hb) pada remaja putri. Aceh Nutrition Journal. 2018;3(1), pp. 9-15. doi : 10.30867/action.v3i1.90.

Quintero, G. A. G., Mariaca, G. I., Villanueva, S. J., Polo, J., et al. Acceptability and use of heme- iron concentrate roduct added to chocolate biscuit filling as an alternative source of highly available form iron. CYTA-Journal Of Food, 2012;10(2);112-118. doi : 10.1080/19476337.2011.596284.

Kamaruddin, M., Usmia, S., dan Handayani, I. Korelasi antara status gizi dan kadar hemoglobin pada kejadian anemia ibu hamil trimester iii. Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. 2019;1(3);82-88. doi : https://doi.org/10.31970/ma.v1i3.32.

Rahmadona., Mardiah., Rullyni, N. T., et al. 2022. Pengaruh cookies temvita sebagai snack sehat terhadap kadar haemoglobin remaja putri dengan anemia. Photon: Jurnal Sains dan Kesehatan. 2022;12(2). doi : https://doi.org/10.37859/jp.v12i2.3703.

Kementrian Kesehatan RI. 2018. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Kementrian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.

Permatasari, N., Angkasa, D., Swamilaksita, P. D., et al. P. 2020. Pengembangan Biskuit MPASI Tinggi Besi dan Seng dari Tepung Kacang Tunggak (Vignia Unguiculata L.) dan Hati Ayam. Jurnal Pangan dan Gizi. 2020;10(02);33-48.

Widia, L. dan Ermawati. Efektifitas pemberian kacang hijau (vigna radiata l.) Sebagai upaya peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester 1. Jurnal Darul Azhar. 2019;6(1), pp. 31-38. doi : 10.61720/jib.v7i3.399.

Hamidiyah, A. Composition of chicken liver nugget to organoleptic and hemoglobin levels in the efforts to prevent adolescent female anemia. Int Conf Sustain Heal Promot. 2019;9(11);114–8. doi : https://doi.org/10.29080/icoshpro.v1i0.25.

Roifah, M., Razak, M., dan Suwita, I. K. Substitusi tepung kacang hijau (vigna radiata) dan tepung ikan tuna (thunnus sp) sebagai biskuit pmt ibu hamil terhadap kadar proksimat, nilai energi, kadar zat besi, dan mutu organoleptik. Jurnal Teknologi Pangan. 2023;10(2);135-146. doi : https://doi.org/10.35891/tp.v10i2.1662.

Amir, A., dan Nurafni. Analisis protein dan kalsium pada cookies dengan penambahan tempe dan daun kelor (moringa oleifera). Media Kesehatan Politeknik Makassar. 2022;(1). doi : https://doi.org/10.32382/medkes.v17i1.2825.

Annisa, S. N dan Suryaalamsah, I. I. Formulasi cookies dari tepung hati ayam dan tepung kedelai sebagai makanan sumber zat besi pencegah anemia pada remaja putri. Muhammadiyah Journal Of Nutrition and Food Science. 2023;4(1). doi : https://doi.org/10.24853/mjnf.4.1.14-27.

Safira, S. A., Gumilar, M., Dewi, M., dan Mulyo, G. P. E. Sifat organoleptik dan nilai gizi cookies soygreen formula tepung kacang hijau dan tepung kacang kedelai. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 2022;2(3). doi : https://doi.org/10.34011/jks.v2i3.868.

Harahap, K. S., Sumartini., dan Mujiyanti, A. Pengujian hedonik pada formulasi cookies coklat dari tepung mangrove avicennia officinalis dengan penambahan tepung kacang merah, wijen, dan hati ayam. Aurelia Journal. 2020;2(1). 19-28.

Loveitasari, D., Ulilalbab, A., Suprihartini, C., et al. Pengaruh formulasi tepung kacang hijau dan tepung wortel terhadap kadar air dan daya terima cookies. Media Ilmiah Teknologi Pangan (Scientific Journal Of Food Technology). 2021;8(2);66-71.

Zaman, A. T. N., Agustia, F. C., dan Aini, N. Pengembangan biskuit untuk ibu hamil anemia menggunakan mocaf-garut yang disuplementasi daun kelor dan hati ayam. J.Gipas. 2019;3(1). doi : https://doi.org/10.20884/1.jgps.2019.3.1.1486.

Emilia. Hubungan asupan zat besi dengan status anemia pada santri putri di pondok pesantren hidayatussalikin air itam kota pangkalpinang tahun 2017. Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang. 2019;7(2);64-69. doi : https://doi.org/10.32922/jkp.v7i2.88.

Diterbitkan

2025-02-15

Terbitan

Bagian

Artikel