Formulasi Cookies Bit Merah: Analisis Proksimat, Kadar Zat Besi, dan Kontribusinya pada Pemenuhan Angka Kecukupan Gizi Remaja

Authors

  • Romiza Arika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Yuliawati Anggraini Siregar Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Syafran Arrazy Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Meutia Nanda Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.62358/mgii.v4i2.165

Keywords:

Analisis proksimat, bit merah, cookies, zat besi, remaja

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang membutuhkan asupan zat gizi optimal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Zat besi menjadi komponen gizi yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi biologis dan fisiologis. Pengembangan produk pangan dengan kandungan zat besi yang lebih baik menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kecukupan gizi. Bit merah merupakan pangan lokal yang mengandung zat besi sehingga berpotensi dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi cookies bit merah terhadap kandungan gizi, kadar zat besi, serta kontribusinya terhadap pemenuhan Angka Kecukupan Gizi (AKG) zat besi remaja. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan acak lengkap menggunakan tiga formulasi cookies, yaitu F0 (tanpa penambahan tepung bit merah), F1 (penambahan tepung bit merah 25%), dan F2 (penambahan tepung bit merah 50%). Analisis yang dilakukan meliputi uji proksimat serta kadar zat besi menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bit merah memberikan pengaruh terhadap kandungan gizi dan kadar zat besi cookies. Formulasi F2 memiliki kadar zat besi tertinggi yaitu sebesar 0,461 µg/g dengan kontribusi zat besi tertinggi terhadap AKG remaja sebesar 1,73% pada usia 10–12 tahun dan 0,92% pada usia 13–18 tahun. Cookies bit merah berpotensi menjadi camilan alternatif yang menyumbang zat besi, meskipun kontribusinya terhadap AKG masih relatif kecil sehingga perlu dikombinasikan dengan sumber zat besi lain

References

Rumida & Doloksaribu, L. G. Gambaran Pola Makan Dan Status Gizi Remaja Di SMP BUDI MURNI 2 MEDAN. Jurnal Wahana Inovasi 10, 26–30 (2020). https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/wahana/article/download/4282/3070

Hafiza, D., Utami, A. & Niriyah, S. Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Status Gizi Pada Remaja SMP YLPI Pekanbaru. Jurnal Medika Hutama 2, 332–342 (2020). 10.35328/keperawatan.v9i2.671

Wahyani, A. D. & Rahmawati, Y. D. Analisis Kandungan Serat Pangan Dan Zat Besi Pada Cookies Substitusi Tepung Sorghum Sebagai Makanan Alternatif Bagi Remaja Putri Anemia. JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) 8, 227–237 (2021). 10.31596/jkm.v8i2.685

Rosyita, R., Elizar, E., Putri, H. W. K. & Jasmiati, Edukasi Kebutuhan Gizi Remaja Putri di Dayah Terpadu Al Madinatuddiniyah Syamsuddhuha Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh. Jurnal Abdimas Kesehatan 4, 525–531 (2022). 10.36565/jak.v4i3.438

Sari, P., Azizah, D. I., Gumilang, L., Judistiani, R. T. D. & Mandiri, A. Asupan Zat Besi, Asam Folat, dan Vitamin C pada Remaja Putri di Daerah Jatinangor. Jurnal Kesehatan Vokasional 4, 169–175 (2019). 10.22146/jkesvo.46425

Herlinadiyaningsih & Susilo, R. P. Hubungan Pola Menstruasi dan Tingkat Konsumsi Zat Besi dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri. Jurnal Kebidanan Indonesia 10, 1–11 (2019). https://doi.org/10.36419/jkebin.v10i1.239

Maurya, P. & Akanksha. Standardization and development of Beet root powder incorporated food products with their quality evaluation. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry 9, 3212–3217 (2020). http://www.phytojournal.com/

Abdo, E. M., Shaltout, O. E. S., El-Sohaimy, S., Abdalla, A. E. M. & Zeitoun, A. M. Effect of functional beetroot pomace biscuit on phenylhydrazine induced anemia in albino rats: Hematological and blood biochemical analysis. Journal of Functional Foods 78, 104385 (2021). 10.1016/j.jff.2021.104385

Rasheed, A., Saeed, F., Ikram, A., Arshad, M. T., Maqsood, S., Naveed, F., Islam, M., & Laryea, E. (2026). Ameliorative Effect of Beetroot Against Folic Acid Deficiency: A Review. Food science & nutrition, 14(1), e71417. https://doi.org/10.1002/fsn3.71417

Liliana, C. & Oana-Viorela, N. Red Beetroot: Composition and Health Effects - A Review. Journal of Nutritional Medicine and Diet Care 6, 1–9 (2020). 10.23937/2572-3278.1510043

Rosida, D. F., Putri, N. A. & Oktafiani, M. Karakteristik Cookies Tepung Kimpul Termodifikasi (Xanthosoma sagittifolium) Dengan Penambahan Tapioka. Jurnal Agrointek 14, 45–56 (2020). 10.21107/agrointek.v14i1.6309

Ingle, M., Thorat, S. S., Kotecha, P. M. & Nimbalkar, C. A. Nutritional assessment of beetroot (Beta vulgaris L.) powder cookies. Asian Journal of Dairy Food Research 36, 222–228 (2017). 10.18805/ajdfr.v36i03.8963

Suryani, G., Marjan, A. Q. & Fatmawati, I. Formulasi Cookies Tepung Bit dengan Peningkatan Fe Sebagai Pangan Alternatif Pencegahan Anemia. Juranl Nutri-Sains 3, 9–17 (2019). https://doi.org/10.21580/ns.2019.3.1.3149

Aulia, F. & Sunarharum, W. B. Beetroot (Beta vulgaris L. var. rubra L.) flour proportion and oven temperature affect the physicochemical characteristics of beetroot cookies. IOP Conference Series Earth Environmental Sciience 475, 012040 (2020). 10.1088/1755-1315/475/1/012040

Madani, A., Fertiasari, R., Tritisari, A. & Safitri, N. Analisis Kandungan Proksimat Cookies Tepung Tempe. Journal of Food Security and Agroindustry 1, 40–49 (2023). 10.58184/jfsa.v1i2.87

Alshehry, G., Abdelazez, A., Abdelmotaal, H. & Abdel-Aleem, W. Investigating antioxidant and antibacterial activity of functional cookies enriched with beetroot during storage. Czech Journal of Food Sciences 39, 479–486 (2021). 10.17221/138/2021-CJFS

Syifahaque, A.-N., Siswanti, S. & Atmaka, W. Pengaruh Substitusi Tepung Sorgum Terhadap Karakteristik Kimia, Fisika, Dan Organoleptik Cookies Dengan Alpukat Sebagai Substitusi Lemak. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian 15, 119–133 (2023). 10.20961/jthp.v15i2.57912

Muliananda, P., Iswahyudi & Sofyaningsih, M. Pengaruh Penambahan Puree Labu Kuning terhadap Kadar Proksimat, Beta Karoten, dan Sifat Organoleptik Cookies Umbi Garut Bebas Gluten. Jurnal Gizi 13, 42–58 (2024). https://doi.org/10.26714/jg.13.1.2024.42-58

Pulungan, M. H., Putri, S. R. G. & Perdani, C. G. Formulasi Pembuatan Cookies dengan Metode Linier Programming. Jurnal Pangan dan Agroindustri 8, 208–218 (2020). https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2020.008.04.4

Bahrein, E., Nur, B. M. & Murlida, E. Pengaruh Suhu dan Waktu Pemanggangan Terhadap Mutu Fisik, Kimia dan Organoleptik Pada Biskuit Ubi Jalar Ungu. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian 6, 37–46 (2021). 10.17969/jimfp.v6i2.17006

Alifianita, N. & Sofyan, A. Kadar air, Kadar protein, dan Kadar Serat Pangan pada Cookies dengan Substitusi Tepung Ubi Jalar Ungu dan Tepung Rebung. Jurnal Pangan dan Gizi 12, 37–45 (2022). https://doi.org/10.26714/jpg.12.2.2022.37%20-%2045

Wibisono, F., Seftiono, H. & Taufik, M. Formulasi Cookies Kaya Serat Berbasis Tepung Terigu dan Tepung Ganyong (Canna edulis Kerr) dengan Penambahan Tepung Daun Kolesom (Talinum triangulare (Jacq.) Willd). Jurnal Warta Industri Hasil Pertanian 37, 1–8 (2021). 10.32765/wartaihp.v38i1.6470

Umami, Z., Rahmawati, L. A. & Puspa, A. R. Snack bar formulation with beetroot (Beta vulgaris. L) flour as iron sources for adolescent girls. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia 9, 111–117 (2021). 10.21927/ijnd.2021.9(3).111-117

Mudgal, D., Puja, Singh, S., Singh, B. R. & Samsher. Nutritional composition and value added products of beetroot : A review. Journal of Current Research Food Science 3, 1–9 (2022).www.foodresearchjournal.com/archives/2022.v3.i1.A.51

Meilan, N. Studi Kasus : Pengaruh Pemberian Buah Bit Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Anemia. Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia 3, 127–133 (2023). 10.59946/jfki.2023.239

Utami, N. A. & Farida, E. Kandungan Zat Besi, Vitamin C dan Aktivitas Antioksidan Kombinasi Jus Buah Bit dan Jambu Biji Merah sebagai Minuman Potensial Penderita Anemia. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition 2, 372–260 (2022). 10.59946/jfki.2023.239

Sitompul, S. M. & Zulfati, A. P. Betacyanin and Growth of Beetroot (Beta vulgaris L .) in Response to Nitrogen Fertilization in a Tropical Condition. Journal of Agricultural Science 41, 40–47 (2019). https://doi.org/10.17503/agrivita.v41i1.2050

Ayuningtyas, I. N., Tsani, A. F. A., Candra, A. & Dieny, F. F. Analisis Asupan Zat Besi Heme Dan Non Heme, Vitamin B12 Dan Folat Serta Asupan Enhancer Dan Inhibitor Zat Besi Berdasarkan Status Anemia Pada Santriwati. Journal of Nutrition College 11, 171–181 (2022). 10.14710/jnc.v11i2.32197

Pramesti, I. G. A. I. R., Dewantari, N. M. & Gumala, N. M. Y. Hubungan Kontribusi Energi, Protein, Fe, Vitamin C Dan Asam Folat Makan Siang Dengan Kadar Hemoglobin. Journal of Nutrition Science 11, 68–78 (2022). https://doi.org/10.33992/jig.v11i2.1182

Mangalik, G., Wijayanti, D. B. S. & Tampubolon, R. Evaluasi Konsumsi Makan dan Kepatuhan Konsumsi TTD terhadap Tingkat Kecukupan Zat Besi pada Remaja Putri di SMKN 1 Salatiga. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas 8, 171–181 (2023). 10.14710/jekk.v8i2.12824

Downloads

Published

2026-08-21

Issue

Section

Articles